A Spiritual-Cognitive Framework for Islamic Religious Education through the Integration of Al-Ghazali’s Concepts of Kasbi and Laduni Knowledge

Authors

  • Ateng Ruhendi Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung image/svg+xml
  • Afnie Rizky Nurkamaliyah Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung image/svg+xml
  • Nirwati Arsip Nasional Republik Indonesia
  • Nenden Ahadiah Halimah Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung image/svg+xml
  • Izzudin Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung image/svg+xml
  • Reza Fauzi Nazar Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.32729/edukasi.v24i1.2429

Keywords:

kasbi knowledge, laduni knowledge, Al-Ghazali, Islamic Religious Education, spiritual-cognitive education, Peacesantren Welas Asih

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) at the senior high school level still tends to emphasize cognitive-normative mastery, while spirituality, adab, moral reflection, character formation, and social sensitivity remain insufficiently integrated. Previous studies on Al-Ghazali’s epistemology have mainly focused on philosophical and mystical aspects, with limited attention to its pedagogical application in contemporary Islamic education. This article aims to reconstruct Al-Ghazali’s concepts of kasbi and laduni knowledge into a spiritual-cognitive educational model to strengthen PAI learning at SMA Peacesantren Welas Asih Garut. The study employs a qualitative conceptual approach through library research and educational reconstruction methods. Data were analyzed using conceptual synthesis and pedagogical interpretation. The findings show that the integration of kasbi and laduni knowledge can be formulated into a spiritual-cognitive educational model consisting of seven components: learning objectives, learning materials, learning strategies, spiritual habituation, teacher roles, learning outcome indicators, and evaluation. The model integrates cognitive, affective, spiritual, and practical dimensions in PAI learning. The study contributes to contemporary Islamic education by operationalizing Al-Ghazali’s epistemology into a practical framework relevant to pesantren-based secondary education.

 Abstrak
Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat sekolah menengah atas masih didominasi oleh penguasaan kognitif-normatif, sementara aspek spiritualitas, adab, refleksi moral, pembentukan karakter, dan sensitivitas sosial belum terintegrasi secara optimal. Kajian tentang epistemologi Al-Ghazali selama ini lebih banyak menyoroti dimensi filosofis dan mistis, dengan perhatian yang masih terbatas pada penerapan pedagogisnya dalam pendidikan Islam kontemporer. Artikel ini bertujuan merekonstruksi konsep ilmu kasbi dan laduni Al-Ghazali menjadi model pendidikan spiritual-kognitif untuk memperkuat pembelajaran PAI di SMA Peacesantren Welas Asih Garut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif konseptual melalui studi kepustakaan dan metode rekonstruksi pendidikan. Data dianalisis melalui sintesis konseptual dan interpretasi pedagogis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ilmu kasbi dan laduni dapat dirumuskan ke dalam model pendidikan spiritual-kognitif yang mencakup tujuh komponen: tujuan pembelajaran, materi, strategi pembelajaran, pembiasaan spiritual, peran guru, indikator hasil belajar, dan evaluasi. Model ini mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, spiritual, dan praksis dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pendidikan Islam kontemporer dengan mengoperasionalkan epistemologi Al-Ghazali ke dalam kerangka praktis yang relevan bagi pendidikan menengah berbasis pesantren.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Ghazali. (n.d.). Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Ghazali. (n.d.). Al-Risālah al-Laduniyyah. Dalam kumpulan risalah Al-Ghazali. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Anshari, Muhammad Isa. "Konsep Filsafat Barat dan Islam Tentang Sumber Pengetahuan (Perspektif René Descartes, John Locke, dan Al-Ghazali)." Jurnal Filsafat Indonesia 7, no. 1 (30 April 2024): 92–102. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JFI/article/view/6540

Baihaqi, M. (2021). Implementation of multicultural education in Indonesia. International Journal of Social and Humanities Sciences, 4(3), 504–526.

Banks, J. A. (2002). An introduction to multicultural education. Boston: Allyn and Bacon.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Hatta, M. (2024). Pendidikan ilmu laduni menurut Imam Al-Ghazali. Al-Ibroh: Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam.

Irawan, Dedy. “Tasawuf sebagai Solusi Krisis Manusia Modern: Analisis Pemikiran Seyyed Hossein Nasr.” Tasfiyah 3, no. 1 (Februari 1, 2019): 41. https://ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/tasfiyah/article/view/2981.

Kemendikdasmen. (2025). Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Fase E. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kemendikdasmen. (2025). Profil Pelajar Pancasila. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Mahfud, C. (2008). Pendidikan multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., Shamseer, L., Tetzlaff, J. M., Akl, E. A., Brennan, S. E., Chou, R., Glanville, J., Grimshaw, J. M., Hróbjartsson, A., Lalu, M. M., Li, T., Loder, E. W., Mayo-Wilson, E., McDonald, S., McGuinness, L. A., Stewart, L. A., Thomas, J., Tricco, A. C., Welch, V. A., Whiting, P., & Moher, D. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71.

Piaget, Jean. The Psychology of Intelligence. London and New York: Routledge Classics, 2001.

Rohman, A. Y. F. (2024). Epistemologi ‘ilm ladunni perspektif Abu Hamid Al-Ghazali. Al-I’jaz: Jurnal Studi Al-Qur’an, Falsafah dan Keislaman.

Tilaar, H. A. R. (2004). Multikulturalisme: Tantangan-tantangan global masa depan dalam transformasi pendidikan nasional. Jakarta: Grasindo.

Wekke, I. S., Amiruddin, A. A., & Wardi, M. (2018). Epistemology of Laduni science in the thought of Muhammad Al-Ghazali. Al-Ulum, 18(2), 247–270.

Zamroni. (2011). Pendidikan demokrasi pada masyarakat multikultural. Yogyakarta: Gavin Kalam Utama.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

A Spiritual-Cognitive Framework for Islamic Religious Education through the Integration of Al-Ghazali’s Concepts of Kasbi and Laduni Knowledge. (2026). EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan, 24(1), 150–162. https://doi.org/10.32729/edukasi.v24i1.2429